Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Bagaimana Kita?

Gambar
Bismillah Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadanya Assalamualaikum Ukhti Muslimah... masih terngiang jelas di telinga dan masih jelas terbayang di mata. Dahsyatnya lautan menguap bak lidah api melumat segala apa saja yang dilalui... Aceh, Palu dan Donggala Tangis, perih, kesedihan juga ketakutan memenuhi relung hati setiap jiwa. Hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala, hanya menyebut namanya keberanian hadir di setiap langkah untuk menyelamatkan diri. Bukti akan kuasa Allah Subhanahu wa Ta'ala. picture; https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi k1PDruMngAhUGfn0KHRPoDCEQjhx6BAgBEAM&url=http%3A%2F%2Fcafoutche.blogspot.com%2F2011%2F03%2Ftunami-miyako.html&psig=AOvVaw1KVzvnMDOJYfqq0EtqoT_q&ust=1550722186084718 Bagaimana Kita? Karya Hamidah Ummu Alwan suara yang menggelegar  memoton...

Harapan di Ujung Sya'ban

Gambar
Assalamu'alaikum Ukhtifillah  dimanapun kau berada menit yang kita lalui akan berubah bulan demi bulan hingga menjadi hitungan tahun. Kita sendiri tak menyadari telah melewatinya. Tentu banyak hal tertulis hingga tak luput satupun sikap atau niat terabaikan. Terekam pada catatan amal oleh dua malaikat Raqib dan Atid. Semua sudah menjadi catatan hidup. Riwayat panjang menentukan kediaman akhir hayat kita Semoga dengan hadirnya bait puisi ini akan mengetuk pintu kita yang mulai tertutup Photo by  Trang Nguyen  on  Unsplash Harapan di ujung Sya'ban Karya Hamidah Ummu Alwan secercah harapan di ujung malam berkhalwat di sujut sunyi kesyahduan terasa mendalam meniti barisan ayatayat suci setitik bulir menetes mendinginkan hati yang panas biarkanlah mengalir deras  menghanyutkan hati yang terhempas kufur futur takabbur terkadang hadir menikam rasa tawadu meringankan timbangan mizan mencabik segala amalku m...

MENGAPA PUISI ISLAMI?

Gambar
Assalamu'alaikum UKhti Muslimah dimana saja kau berada... Tulisan ini hadir di hadapanmu karena kita memiliki perasaan yang sama. Hati seorang wanita yang lembut bak kapas tak berbekas walau tertindas. Berpuisi bukanlah hal yang dilarang dalam islam. Namun kita bisa melakukannya sebagai selingan bukan menghabiskan waktu hanya untuk berpuisi. Apalagi sampai melupakan kewajiban kita sebagai seorang penganut Deen Assalam. Kewajiban harus yang pertama, lanjut menghidupkan sunnah Rasulullah  Shallallahu`alaihi Wa Sallam. Ukhtifillah ana akan berbagi sebuah puisi tentang waktu Puisi ini terlahir saat membaca surah An Asr Larik puisi ini sudah pernah dibacakan saat lomba sekota Samarinda dalam lomba cipta puisi terjemah  Alhamdulillah meraih peringkat teratas Photo by  Aron Visuals  on  Unsplash Demi Masa Karya Hamidah Ummu Alwan "Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian" Oh, Aku malu pada waktu saksi gelimang...